Gadis7

Kegunaan Otak Kiri dan Otak Kanan

Posted on: 24 Desember 2010

courtesy wwwdotsabahforumdotcom

Dalam proses belajar, hendaknya melibatkan keaktifan dari bagian otak kanan dan otak kiri. Berdasarkan wilayahnya, otak manusia dibagi dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Kalau salah satu saja yang dibuat aktif, maka akan terjadi ketidakseimbangan. Kalau hanya potensi salah satu bagian saja yang diperkuat, maka bagian lain yang kurang aktif menjadi lemah.
Diperlukan suatu strategi khusus hingga dapat melibatkan keaktifan dari kedua bagian otak tadi. Seperti yang telah diketahui bersama, otak kanan yang mengatur tentang kreativitas, persamaan, khayalan, bentuk/ruang, emosi, musik dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, kecenderungannya tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail.
Kalau otak kiri biasa berfungsi mengatur kerapihan, perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, kalkulus (perhitungan), tahap demi tahap, logika, analitis, matematis, sistematis, linear, dan terstruktur. Roger Sperry (1960) dalam penelitiannya menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.
Roger Sperry adalah peneliti yang meneliti dan menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian, wilayah), otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri populer sejak tahun 1960. Berkat jasanya ini Sperry mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981.
Otak kiri berfungsi mengatur pengendalian IQ (Intelligence Quotient), misalnya tentang perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, logika, hal-hal terkait matematis. Daya ingat otak kiri hanya short term memory atau bersifat jangka pendek. Kalau ada gangguan pada otak kiri, akan terjadi gangguan fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.
Otak kanan pengaturan dalam hal perkembangan EQ (Emotional Quotient), seperti: persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan long term memory atau bersifat panjang menetapnya. Kalau ada gangguan pada otak kanan, misalnya terkena stroke atau tumor otak, fungsi otak menjadi terganggu dalam hal kemampuan visual dan emosi, misalnya.
Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas kehidupan namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran. Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Walaupun kedua bagian otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan.

courtesy1 wwwdotsabahforumdotcom

Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian:
Si otak kanan: humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ede = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan, moderat.
Si otak kiri: serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, lebih memikirkan profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.
Bagi anak-anak, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak tersebut sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju ambang kedewasaan. Metode pembelajaran apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri, yang seimbang.

Kasus 1 :
Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya Right Brain Education in Infancy menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano. Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal LEBIH CEPAT daripada kalkulator ! Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui PET scan terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang. Di sekolah, Shichida & Shinagawa melihat bagaimana anak-anak SD mampu membaca 1 jilid buku hanya dalam waktu 3-5 menit saja, dan dia tahu persis apa isi buku yg dibacanya. Menurutnya, dia seperti memotret atau men-dowload tiap-tiap halaman buku tsb, dan ketika ditanya, dia akan membuka tiap-tiap halaman bukunya di dalam otaknya untuk mencari jawabannya dengan cepat.

Kasus 2:
Para siswa SD, SMP, sampai SMA menggunakan mungkin sampai 6 jam waktunya belajar di sekolah dan PR per hari serta ikut les/bimbingan belajar. Mereka ini terfokus belajar dengan memanfaatkan otak kiri, misalnya mereka belajar matematika, fisika, kimia, biologi, sejarah, bahasa, dan sebagainya. Mereka ini diajarkan menggunakan logika dan belajar dengan cara yang runut (sekuensial). Amat jarang mereka belajar bagaimana menggunakan intuisi dan imajinasi.
Katakanlah mereka belajar di SD selama 6 tahun, di SMP selama 3 tahun, dan di SMA selama 3 tahun. Jadi selama 12 tahun, mereka rata-rata menggunakan waktu 6 jam per hari. Jika satu minggu mereka belajar selama 5 hari di sekolah. Dan ada 4 minggu per bulan, serta belajar efektif di sekolah selama 9 bulan per tahun, maka dari SD sampai SMA mereka belajar menggunakan otak kiri selama:
6 jam/hari x 5 hari/minggu x 4 minggu/bulan x 9 bulan/tahun x 12 tahun = 12.960 jam.
Pertanyaannya adalah berapa lama pola pembelajaran yang memanfaatkan otak kanan?
Jadi, mana duluan yang digunakan: Otak Kanan atau Otak Kiri?
Anda si Otak Ekstrem Kanan atau Si Ekstrem Otak Kiri atau Si Otak Seimbang?
Apa dong yang sebaiknya digunakan, Otak Kanan dulu baru Otak Kiri atau sebaliknya?
Ingat cerita bagaimana awalnya Archimides mengungkap tentang massa jenis? Mana dulu yang digunakan Archimides, otak kanan atau otak kirinya? Bagaimana awalnya Newton mengungkap tentang gravitasi? Mana dulu yang digunakan Newton, otak kanan atau kiri? Bagaimana awalnya Einstein dengan teori relativitasnya? Mana dulu yang digunakan Einstein, otak kanan atau otak kiri?
Atau ide menjual air di negeri yang penuh air (aqua) oleh Tirto Utomo? Mana yang digunakan Tirto Utomo, otak kanan atau otak kirinya? Ketika dia menjual air minum 250 mm seharga Rp 500,- sementara PDAM menjual air bersih seribu liter seharga Rp 2 ribu?
Ingat cerita George Eastment, pendiri Eastment Kodak, menyatakan bahwa merek “Kodak” yang melegenda itu, huruf “K”, muncul secara intuitif. Sam Walton, pendiri Walt Mart, menggunakan intuisinya ketika mendirikan sebuah toko pada tahun 1962, kini dia memiliki 1.300 toko. Ternyata, John Mihalasky dan E. Douglas Dean menemukan bahwa 80% CEO yang sukses memiliki intuisi di atas rata-rata. Intuisi adalah kecerdasan emosi berdasarkan otak kanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hits Counter:

Cumberland hotel

Powered by Best Free Counters

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Halaman

Flickr Photos:

Catania

river landscape #2

Garden Beauty

Tangle

Golden Frog

Sedge Warbler

Flappers  Explored 22nd April 2014  Thank you :-)

The magical tree [ Explored 22nd April 2014 ]

The Hornby Triangle

Spring Blossoms

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: